Edukasi Generasi Muda, Yayasan Raja Tambun Batam Gelar Seminar Adat Batak Edukasi Generasi Muda, Yayasan Raja Tambun Batam Gelar Seminar Adat Batak

Edukasi Generasi Muda, Yayasan Raja Tambun Batam Gelar Seminar Adat Batak

Edukasi Generasi Muda, Yayasan Raja Tambun Batam Gelar Seminar Adat Batak
Foto bersama pengurus Yayasan, Panitia acara dan nara sumber dengan perwakilan Kesbangpol usai gelar seminar adat batak. (F/Ag)

Dinamika Kepri | Batam - Dihadiri ratusan orang dari perwakilan sektor punguan Marga Tambunan se-Kota Batam, Yayasan Raja Tambun Kota Batam menggelar seminar adat batak di lantai II Mitra Mall, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (14/12/2025) sore.

Selain perwakilan punguan marga Tambunan, kegiatan mengedukasi generasi muda bertopik "Ulaon di Bagas" ini, juga dihadiri dua pegawai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) pemerintah Kota Batam.

Keduanya hadir guna mewakili Kepala Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, SH. MH yang tidak bisa hadir saat berlangsungnya seminar ini.

Meski demikian, acara ini berjalan sesuai harapan dengan menghadirkan dua nara sumber yang mumpuni pengetahuannya tentang adat batak di antaranya Op Lemuel Tambunan dan Pak Dasdo Tambunan.

Tak hanya itu, Ketua Punguan Tambunan se-Kota Batam, Tigor Tambunan juga hadir mengikuti acara ini.

Kemudian dalam kata sambutannya, mewakili Kepala Kesbangpol Kota Batam, pegawai Kesbangpol boru Tobing mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut

"Mewakili Ibu Riama Manurung, kami yang hadir mengapresiasi dan mendukung acara ini, karena acara seperti ini perlu dilakukan guna mengedukasi generasi muda supaya lebih mengetahui adat budaya batak yang sesungguhnya," ucap boru Tobing dalam sambutannya.

Sebelum mengakhiri kata sambutannya, ia juga mengutip kata filosofi suku batak tentang Dalihan Na Tolu, Somba Marhula-hula, Elek marboru, Manat mardongan tubu.

Kata dia, filosofi ini adalah basic utama yang harus dijalankan atau diketahui setiap suku batak di mana pun berada.

Kemudiaan nara sumber Op Lemuel Tambunan pada pemaparannya menjelaskan bagaimana tata cara menjalankan adat batak dari hal terkecil yakni bagaimana tata cara menjalankan adat di dalam rumah yakni tentang pembabtisam (tardidi) anak, naik sidi (malua) dan tata cara adat menempati rumah baru dan mampe goar.

Tak hanya itu, ia juga melakukan tutorial bagaimana cara memotong daging jambar yang benar, cara pembagiannya dan memaparkan nama-nama jambar, serta pihak-pihak yang menerimanya.

Sementara itu, nara sumber Pak Dasdo Tambunan dalam penjelasannya lebih spesifik mengenai ulos batak serta fungsinya.

Kata dia, beda nama ulos tentu beda pula fungsi dan kegunaannya, ulos dipakai sesuai dengan konteks acara adat batak yang sedang dilakukan.

Kemudian di sela-sela waktunya, Ketua Punguan Tambunan se-Kota Batam, Tigor Tambunan saat dimintai tanggapannya terkait acara ini mengatakan, ia sangat mendukung acara ini.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan edukasi tentang adat batak terkhususnya bagi generasi muda marga Tambunan di Kota Batam.

"Saya sangat mendukung acara ini, artinya seminar adat batak seperti ini bisa mengedukasi generasi muda kita khussnya untuk generasi Z (Gen Z) marga Tambunan di Kota Batam. Kita juga berharap, kegiatan bisa dilakukan kembali di lain waktu berikutnya," pungkas Tigor Tambunan..

Senada dengan Ketua panitia acara seminar, Join Luther Tambunan kata dia harapannya di lain waktu akan kembali melakukan seminar adat batak yang sama dengan topik yang berbeda.

"Kita melakukan seminar ini tujuannya untuk mengedukasi generasi muda dengan harapan agar adat dan budaya batak ini, bisa terpelihara sebagaimana mestinya serta tetap dipertahankan hingga generasi berikutnya. Kita juga berharap di lain waktu seminar seperti ini bisa kita lakukan kembali, karena selain mengedukasi, juga untuk menjalin rasa kekeluargaan bagi seluruh marga Tambunan di Kota Batam," ungkap Join Luther Tambunan.

Kemudian terkait kapan berdirinya Yayasan Raja Tambun ini, di waktu senggangnya Ketua Yayasan Raja Tambun, Alexander Tambunan, SH kepada media mengatakan, Yayasan tersebut telah berdiri dari 10 tahun yang lalu.

"Yayasan ini telah berdiri sejak tahun 2015 yang lalu dan telah terdaftar di Kesbangpol di tahun 2023. Yayasan ini sebelumnya juga sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pemerintah Kota Batam, dan kita juga pernah membagikan sembako di zaman Covid-19," ujar Alexander Tambunan.

Terkait seminar adat batak ini, kata dia, perlu dilakukan secara berkesinambungan agar edukasi adat batak seperti ini tersampaikan bagi generasi muda hinggai ke generasi berikutnya. (Ag)
Lebih baru Lebih lama