![]() |
| Wahyu Wahyudin Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri. (Foto: Istimewa) |
Dinamika Kepri | Tanjungpinang - Wahyu Wahyudin Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri, mendorong penguatan perlindungan bagi nelayan tradisional yang beroperasi di wilayah perbatasan.
Ia menyuarakan langkah ini melalui dokumen kajian usulan revisi MoU, Indonesia Malaysia tentang perlindungan nelayan pesisir di wilayah perbatasan.
Menurut Wahyu, instansi terkait perlu terus memperkuat perlindungan terhadap nelayan tradisional kedua negara, secara berkala.
”Langkah ini penting untuk memberikan kepastian hukum, serta menjaga hubungan baik masyarakat pesisir kedua negara,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Wahyu memaparkan, kedua negara berkomitmen mengurangi kriminalisasi nelayan tradisional, sejak menyepakati Common Guidelines penanganan nelayan oleh aparat maritim tahun 2012.
Namun, Politisi PKS ini menyayangkan aparat penegak hukum laut negara tetangga masih sering menangkap nelayan dalam pelaksanaan di lapangan.
”Aparat masih menangkap nelayan Indonesia yang secara tidak sengaja memasuki wilayah negara tetangga,” sebut Wahyu.
Umumnya, keterbatasan alat navigasi kapal, faktor cuaca buruk, arus laut yang kuat, hingga kurangnya pemahaman nelayan memicu terjadinya pelanggaran batas maritim.
Mayoritas nelayan masih menggunakan kapal berukuran kecil tanpa peralatan navigasi modern, serta sulit memahami letak batas maritim di sejumlah lokasi.
”Aparat penegak hukum terkadang masih mengedepankan penangkapan dibandingkan pendekatan kemanusiaan,” tukasnya.
Sumber: (K5/hk)

.jpeg)