![]() |
| Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Yudi Suprapto, SH.MH saat memberikan kata sambutan pembukaan pelatihan kerja di lantai 12 Hotel Nagoya Hill , Kota Batam, Kamis (6/8/2026). (Foto dok: Ag) |
Dinamika Kepri | Batam - Untuk tetap peduli dan menjunjung rasa keadilan sosial bagi rakyat Indonesia tanpa terkecuali, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam Yudi Suprapto membuka pelatihan kerja kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan non disabilitas.
Acara peresmian pembukaan pelatihan kerja ini digelar di lantai 12 Hotel Nagoya Hill , Kota Batam, Kamis (6/8/2026).
Selain dihadiri peserta pelatihan kerja, kegiatan ini juga dihadiri ketua tim bidang disabilitas daridirektorat bina tenaga kerja khusus kementirian kerja republik Indonesia Asrian Darma Saputra, para pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), para kepala sekolah SLB se-Kota Batam, orang tua peserta dan jajaran pegawai Disnaker Kota Batam.
Dalam kata sambutannya, Asrian Darma Saputra mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Disnaker Kota Batam ini.
Begitu juga Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto dalam kata sambutannya, dengan meneteskan air mata, ia berharap,dengan mengatakan, agar perusahaan-perusahaan besar di Batam bisa memberikan kesempatan bekerja bagi para penyandang disabilitas yang ada di Kota Batam
Ada pun dasar dan tujuan kegiata ini dilakukan kata ketua pelaksana acara yakni dalam rangka meningkatkan kompetensi, ketrampilan dan kemandirian masyarakat khususnya bagi penyandang disabilitas dan non disabilitas agar mampu menciptakan peluang serta usaha maupun meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kopentesi peserta, memupukan kewirausahaan yang kreatif, inofatif dan mandiri. serta membuka peluang usaha seerta memperluas kesempatan dan mendorong hidup peserta penyandang disabilitas dan non disabilitas.yang terarah dan inklusif.
Untuk jenis pelatihan kerja yang akan dilakukan untuk para peserta ini bergam yakni berupa pelatihan kerja Tata boga, Salon kecantikan, Operator komputer, Barista UMKM, House keeping loundry, Pangkas rambut, Hidroponik buah dan Digital marketing.
Nantinya 136 orang peserta pelatihan kerja ini, pelatihan kerjanya akan dimulai di bulan Agustus, September dan September 2026 selama 10 dan 12 hari di LPK yang berbeda sesuai jenis pelatihan kerja masing-masing , dengan harapan peserta bisa mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar bisa memiliki kemampuan untuk bekal di dunia kerja maupun untuk memulai usaha. (Ag)

